Posted by: rezutopia | March 3, 2009

what you can do for your country??

Inget kata – kata presiden Amerika ke-35 John F Kennedy :
ask what you can do for your country, don’t ask what your country can do for you

Motto buat loyalitas ke Negara kita. Kita lihat sekarang seperti apa Negara kita. Sakit, lemah, jatuh, buram, terasing. Karena siapa? Sebenernya gak penting tahu karena siapa….pastinya karena orang yang gak nasionalis. Sekarang kita lihat gimana rakyatnya. Nantang, demo, nuntut, gak disiplin, beberapa malah minta kebal hukum, ato permintaan – permintaan lainnya yang kalo dilihat kadang gak sesuai dengan apa yang telah dia kerjakan.
Karena apa? Sistem yang salah? Karena kita demokratis? Karena kita ngebiarin perusahan asing nanam modal di kita? apa karena SDM kita yang lemah? Karena apa?

Selama ini kita cuman nyalahin Negara kita, sistem atau regulasi yang gak sesuai. Kebijakan yang berat sebelah. Kenapa dengan sistemnya? Menurutku salahnya bukan di sistemnya, tapi di otak pelaku nya. Apa yang bisa Negara berikan pada kita? apa? Uang? Uang datang kalo kita kerja. Apa sebagian dari kita mau uang itu datang sendiri tanpa kita kerja? Negara menjamin hidup kita? ide bagus tuh….. tapi apa kita pernah berfikir..apa mental orang – orang Indonesia itu siap untuk jadi seperti itu? Kalo aku pribadi….tahu hidupku terjamin kayak gitu ngapain susah – susah kerja. toh….di kasih Negara uang bulanan kan. Hihihiiiii. Ide bagus untuk orang – orang dengan disiplin tinggi dan kesadaran yang cukup untuk membuat mereka malu kalau uang mereka datang tanpa mereka mencucurkan keringat. Ide buruk untuk orang – orang yang senangnya malas – malasan, shameless.
Gimana kita bisa ngomelin orang yang buang sampah sembarangan, sedang kita membuang puntung rokok sembarangan dijalan ato di angkot. Gimana bisa kita minta gaji gede sedang posisi kita cuman jadi CS. Gimana bisa kita minta kehidupan kayak presiden, orang bangunnya aja kesiangan. Gimana bisa kita minta kehidupan layak, sedang kita nggak ada usaha.
Bahkan manusiapun butuh makan, seperti itu juga kalau kita menjalankan sebuah sistem. Apalagi sistem besar macam Negara. Sekolah – sekolah negeri di daerahku lagi dalam mode hidup segan mati pun tak mau. Sejak Bupati kami menjabat, spontan… uang pendidikan, kesehatan gratis. Rakyat bahagia, tidak terkecuali saya. Tapi setelah beberapa bulan dan tahun. Malah rakyat sendiri yang bersyukur bahwa bupati yang memanjakan mereka sekarang masuk bui.

Kebijakan itu tidak selamanya menguntungkan semua pihak.
kebijakan yang bagus adalah kebijakan yang dapat memaksimalkan orang – orang yang diuntungkan dan meminimalisir orang – orang yang dirugikan” dengan kata lain “menguntungkan orang banyak, dan mengorbankan yang sedikit” karena tidak mungkin kebijakan itu menguntungkan semua orang, kata sutiyoso.
Nah, kasus sekolah gratis di daerahku masih menjadi polemik bahkan hingga saat ini. Banyak hal di luar perkiraan terjadi setelah kebijakan itu di terapkan. Seperti :

  • Dana operasional sekolah yang rencananya di tanggu oleh PEMDA selalu molor, sedangkan sekolah berjalan tiap hari. Mereka butuh listrik tiap hari, ATK, Spidol / kapur tulis. Jalan keluarnya yaitu minjam, ato ngoprak – ngoprek komite sekolah. Dapat dana dari mana hayo…. Sedangkan untuk menjalankan sekolah – sekolah negeri setingkat SLTA gak cuman butuh dana sejuta dua juta dalam sebulan. Tapi bisa sampek belasan juta. Kalo gak ada uang….sekolah jalan pake apa? Daon? Birokrat sekolah pun banyak mengeluh, gak terkecuali kepala sekolah ku. Hhhmmpppphhhhh.
  • Gaji guru – guru bantu macam nunggu kapal merambat di pulau terpuencil. Cuman berapa bulan sekali. Guru manusia, butuh makan pastinya. Tapi sayangnya gaji yang seharunya mereka terima perbulan malah jadi 6 bulan sekali. Kasihan…… iya..kalo sang guru itu lajang tanpa ada beban orang tua atau anak istri. Berabe masalahnya kalo guru – guru bantu itu udah punya istri, apalagi anak yang harus di kasih makan. Jadi gak usah nyalahin gurunya juga kalo gurunya lebih sering nyari job di luar buat ngasih makan keluarganya. ;p

Jadi untuk memberlakukan sistem seperti apa yang diinginkan masyarakat, untuk memberikan apapun yang diminta masyarakat itu bukan perkara gampang. Seenggaknya jangan cuman memandang negative Negara kita. tidakkah kita tahu bahwa BBM yang biasa kita minum itu udah dapet subsidi? Masih kurang juga. Subsidinya diambil dari mana? Dari APBN pastinya. Usaha pemerintah untuk menstabilkan harga – harga. Tidakkah kita coba melihat setitik itikad baik pemerintah kita untuk menjalankan sistem sebagaimana seharusnya, seperti yang tertuang di UUD kita?
Berhentilah mengeluh tentang apa yang diberikan Negara kita yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita. kita mencintai Negara kita….mulailah perbaikan dari diri kita sendiri. Lakukan apa yang bisa anda lakukan untuk menolong sesama. Negara kita punya lebih dari 200 juta penduduk yang punya keinginan yang berbeda – beda. Bagaimana Negara bisa memberikan setiap permintaan dari 200 juta kepala? Berhentilah mengeluh dan lakukan yang terbaik yang bisa di lakukan untuk diri kita sendiri, dan sesama.

Berhentilah mengeluh tentang bagaimana seharusnya hidup kita di jamin pemerintah. usahakan sebaik mungkin apa yang masih bisa kita usahakan untuk diri kita sendiri, dengan usaha dan do’a. kesejahteraan tidak bisa di capai dengan tindakan anarkis perusakan bangunan – bangunan pemerintah, perusakan fasilitas – fasilitas umum. bagaimana kita bisa sejahtera dengan cara seperti itu??
(terlepas dari topik – topik SARA )


Responses

  1. fiuhhh….ayooo…apa yg dapat kita berikan kepada negara kita….???? coba kita merenung sebentar ja…dari dulu sampe sekarang apa sih yg udah kita kasih ke negara kita….???paling tidak sudah kah kita melaksanakan kewajiban kita sebagai warga negara yg baik……

  2. kata2 presiden amerika yang mana nee….?
    presiden amerika ada banyak…
    n mereka rata-rata plin-plan…
    liat aja kejadian baru-baru ini…(no offense”tau sendiri lah…”)

    klo mau pebaiki negara jangan condong ke motto negara lain… berarti kita sama aja ama mereka…

    • Presiden John F. Kennedy. Seperti ilmu..jangan lihat siapa yang ngomong, meskipun anak kecil yang ngomong, kalau itu ilmu kita bisa ambil. Bukan masalah orang Amerika atau orang mana, tapi filosofi dari kata – kata itu. kalau di pikir bener nggak kata – kata itu? aku rasa itu bukan hanya motto negara lain, toh itu bisa di pakai di Indonesia. coba pikir kan kalau semua orang berfikir sama –> untuk membangung Indonesia, mengesampingkan egoisme pribadi. bukannya demo terus melakukan perusakan – perusakan dimana – mana. apa nggak indah negara kita. Aku rasa Muslim (pada zaman Nabi Muhammad) dulu juga akan melakukan hal yang terbaik untuk negara dan agamanya. jadi apa salahnya dengan moto itu. seperti kata Ali bin Abi Thalib RA,
      Undzur ila maqolla wala tandzur ila man qolla“.
      ==> Lihatlah apa yang diucapkan seseorang dan janganlah melihat orang yang berkata

      note : jangan di lihat dari siapa kata – kata itu berasal (=^_^=)V


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: