Posted by: rezutopia | March 19, 2009

Sahabat

Terkadang kita salah mengerti. Merasa mengenal seseorang lebih dari yang kita pikirkan, berfikir kita adalah orang yang fleksibel untuknya. Mensupport sekaligus mendukungnya. Tempatnya untuk pulang bila tidak ada tempat lain untuknya singgah. Tapi kita ternyata tidak tahu banyak. Kita sama sekali tidak mengerti. Kita hanya menjadi penggembira yang berteriak saat mereka berteriak, lalu……diam bila banyak orang telah diam. Terkadang kita melakukan kesalahan dalam mengerti seseorang, dan salah mengambil keputusan karena kita tidak mengerti dia…..atau itulah perkiraan kita.

Orang tidak perlu menjadi jenius, atau kuliah psikologi untuk mengerti seseorang. Kita hanya cukup menjadi bagian dari nya, melihat hatinya. mengorbankan sedikit hati kita untuk mengerti dia. Lalu……itulah sahabat. Yang senang waktu kita senang, yang mendukung kita saat kita lagi down, yang mengerti kita, meluruhkan beban kita saat orang lain tidak mau tau, dan selalu menjaga kita di jalan yang lurus. Sahabat adalah orang yang terkadang melakukan hal diluar kebiasaan orang – orang lain. dia bisa menangis untuk kita saat orang lain terbahak – bahak menertawakan kita. dia bisa pergi ke arah yang berbeda dengan kebanyakan orang bersama kita. indah kan sahabat?

Tapi sahabat juga bukan seorang malaikat yang sempurna tanpa cacat. Dia manusia biasa….seperti kita. dia juga pernah melakukan kesalahan yang mungkin menurut kita fatal. Bukan berarti kita tidak bisa memaafkannya untuk kesalahannya itu. Dia sahabat kita….orang dimana kita telah berbagi sebagian cerita hidup kita. kesalahan yang dia lakukan bukan berarti dia sama sekali tidak bisa mengerti kita, bukan juga berarti dia menghianati kita. sahabat kita hanya salah mengerti dan salah memutuskan. Kita, sebagai sahabatnya seharunya menyediakan ruang di hati kita untuk memaafkannya dan membiarkannya mengerti kita. keharmonisan persahabatan terjalin karena ada 2 orang yang saling mengerti, memaafkan, dan ikhlas. Tidak ada manusia sempurna, tidak juga kita.


Responses

  1. Makasih ya fi….. makasih dah ngingetin…..gak selamanya orang yang dekat ma kita selalu ngambil keputusan yang benar tentang kita…. terkadang ameraka juga salah ya namanya juga manusia tempatnya salah….tapi salah kan untuk diperbaiki ya….???

    • yups…… kenapa maaf itu nggak di awalin dari diri kita sendiri???? bagaimana kita bisa di mengerti orang lain, sedang kita belum mau mengerti bila sahabat kita melakukan ke-khilafan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: