Posted by: rezutopia | March 28, 2010

PENDIDIKAN, Riwayat mu kini ……….

cell-cheating

cell-cheating

Dinas pendidikan tengah menggelar hajat besar yang melibatkan sekolah di seluruh Indonesia. Seluruh sekolah mulai dari tingkat dasar hingga tingkat menengah Atas. UNAS telah menjadi tradisi tiap tahunnya sejak tahun 1983. Dan seperti biasa, Dinas pendidikan yang menyiapkan segala macam peralatan dan regulasi yang bersangkutan dengan UNAS. Mulai dari menyiapkan kisi – kisi soal, peningkatan standart kelulusan, menyiapkan segala logistic UNAS, de el el.

Sejak awal UNAS di berlakukan kepada setiap siswa, di harapkan UNAS bisa menjadi alat evaluasi untuk hasil belajar para siswa selama tahun pembelajaran mereka. Agar terlihat jelas apa yang di dapat kan siswa tersebut selama 6 / 3 tahun sekolah mereka. Apa mereka cuman makan bangku sekolah tapi gak ada hasilnya atau mereka adalah batu – batu yang di sepuh dalam bangku pendidikan hingga berubah menjadi intan. Standart kelulusan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun adalah bukti bahwa pemerintah kita tengah ‘memaksa’ generasi muda agar tidak manja lagi seperti generasi sebelumnya, gak manja, pejuang, jujur, dan kualitas pendidikan meningkat (bukan hanya kuantitas lulusan). Namun,apakah dengan segala regulasi tingkat ruwet, system keamanan berlapis, dan segala cap [Dokumen Negara Sangat Rahasia], lalu UNAS kita telah berjalan sebagaimana mestinya. Apakah dengan standart kelulusan yang melambung tinggi kayak harga BBM itu juga berbanding lurus dengan tujuan UNAS itu sendiri, meningkatkan KUALITAS LULUSAN???????

Yang terjadi di Indonesia kita yang tercinta ini ternyata sungguh mencengangkan, kalo lebay sih sampe mangap. Tapi gak usah pura – pura kaget deh. Udah jadi konspirasi terselubung oleh ‘beberapa’ sekolah. Bahwa semakin meningkatnya standart kelulusan berarti akan semakin kendor peraturan oleh end user nya. Bahwa akan di rancang sedemikian rupa cara untuk lolos dari goa buaya ini dengan tindakan – tindakan curang yang mereka anggap sah – sah saja, demi prestise, demi emosi, demi masa depan, dan demi – demi yang lain. Bahwa kita SEMUA tau …. Tapi menutup mata kita, hati kita, dan telinga kita rapat – rapat dari ke-bobrokan ini. Atau lebih tepatnya dipaksa buta, tuli dan mengeraskan hati kita.

NYONTEK

NYONTEK

Bayangkan bagaimana siswa dapat mencapai standart kelulusan dengan nilai murni, bagaimana mereka akan belajar berjuang minimal untuk ‘malu’ mereka sendiri, jika dari tahun – ke tahun mereka tahu mereka akan terselamatkan dengan beribu cara berkelit yang telah turun temurun di pelihara. Jadi jangan kaget dengan standart yang segitu melambungnya gak terlalu banyak yang KO. KO nya pun kayaknya gak wajar. Bisa jadi mereka gak dapat bocoran jawaban via sms (lagi apes … lupa bawa HP) atau gak sempet nyontek (Apes lagi …. Yang jaga Kiler Gila). Hahahahahahahahahaaa
Jika duluuuu ….. mencontek akan di ganjar pencabutan kertas Jawaban. Sekarang …… pengawas hanya tersenyum simpul lalu membuang pandangan kea rah lain dan berpura – pura tidak terjadi apa – apa. Padahal di depan hidungnya ada bocah – bocah yang tengah belajar menjadi generasi penerus bangsa yang tidak bisa di andalkan….just like our ancestor, politisi – politisi. Hal seperti ini tidak akan masuk dalam buku catatan carut marut UNAS. Tidak akan pernah.

Semakin ketat sebuah kemanan, maka sang maling akan meningkatkan keterampilan untuk menghancurkan system keamanan itu hingga berkeping – keeping. Kiranya begitulah wajah pendidikan sekarang ini ….. hancur berkeping – keping. Di khianati oleh aparat yang membantu Pendidikan.
Bukan peraturannya yang salah, bukan juga standart itu yang di salahkan. Pertama yang harus bertanggung jawab adalah mental masing – masing individu sesuaui dengan peran masing – masing. Percuma bila keamanan berlapis di terapkan, sampai harus polisi turun tangan mengamankan naskah UNAS, pengawas harus bersilang dengan sekolah laen, amplop jawaban harus di segel dan dimasukkan lagi di amplop besar lalu di segel lagi. Untuk apa??? Sedang kasus nya ada di dalam kelas ….. tepat ketika bel tanda mengerjakan ujian di mulai, tepat di depan hidung para pengawas, tepat di dalam laci ketika siswa sms dan nyontek………..

Lalu apa gunanya dana yang terkucur hingga menguras isi kantong Indonesia bila …. Hasilnya tidak sepadan dengan pengorbanan Indonesia karena telah di cuangi oleh hamper seluruh elemen yang terkait dan punya kepentingan???????

Ketidak jujuran meraja lela, kecurang an di halalkan demi menyelamatkan Generasi – generasi manja Indonesia. Bukan … bukan UNAS nya yang salah. Tapi apapun itu regulasinya, siapapun yang memegang kekuasaan, siapapun yang akan melaksanakan gak penting dan gak akan ada pengaruhnya bila kita masih memlihara mental manja kita, yang terbiasa MENGHALALKAN SEGALA CARA UNTUK MENANG. Meskipun itu harus sikut kanan, kiri, tutup mata tutup telinga hingga kita buta dan tuli serta hati kita ikut mati suri.
Ternyata hingga saat ini KUALITAS PENDIDIKAN cumin utopia …… Just Like another utopia … tetap bermimpi dan pergi ….. Oh…pendidikan Indonesia … bagaimana riwayatmu selanjutnya????


Responses

  1. res.. masukin blog aku ke blogroll-mu dunk..
    dimaspriyanto.com

    • OKay …. aku pisan prek ….. melok nunut ndek nggonmu …😀

  2. ok res, pnyamu udah tak tambahin, tlg ganti pake nama lengkap aja di blogrollmu: dimas priyanto

    trus tlg comment disini: http://dimaspriyanto.com/about/
    sama comment di salah satu post aku, buat ningkatin traffic, hehe, thx..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: